Dalam tayangan terbarunya, Primal Season 3 Episode 2 berjudul “Kingdom of Sorrow” telah tersedia di Adult Swim dan akan memulai debutnya di HBO Max pada 19 Januari. Episode ini kembali membawa penonton ke dalam perjalanan Spear yang brutal dan penuh emosi, menyoroti pencarian tak kenal lelahnya untuk menemukan kembali keluarganya. Artikel review Primal Kingdom of Sorrow ini akan mengulas secara mendalam setiap momen penting yang disajikan oleh Genndy Tartakovsky dan timnya.
Penemuan Kembali Tombak dan Misi Spear
Kisah Primal Season 3 Episode 2 dibuka dengan pemandangan alam yang tenang, di mana burung-burung beterbangan, hewan pengerat ketakutan, dan antelop melarikan diri, semuanya merasakan bahaya yang tidak wajar: kehadiran Spear. Meskipun Spear tidak bermaksud membahayakan mereka, ia didorong oleh misi tunggal untuk menemukan keluarganya, terutama Fang. Kilasan-kilasan masa lalunya memanggilnya, mengarahkannya untuk menemukan kembali kehidupan lamanya, entah ia menyadarinya atau tidak. Namun, perjalanan ini tidaklah mudah.
Genndy Tartakovsky dan timnya sekali lagi berhasil menceritakan kisah tanpa kata ini dengan cara yang sangat indah. Beberapa menit pertama yang menampilkan hewan-hewan menjalani hidup mereka terasa puitis, begitu pula penggambaran waktu dan ruang yang kita lihat saat latar belakang menghilang berkali-kali di sekitar Spear saat ia perlahan maju dalam pencariannya, hingga akhirnya tiba di gurun. Meskipun demikian, Primal Season 3 Episode 2 tidak menahan diri dalam menyajikan aksi.
Pertempuran Sengit Melawan Ancaman Purba
Dalam Episode Primal Spear ini, kita disuguhi dua adegan aksi besar. Yang pertama melibatkan Spear dalam pertempuran melawan makhluk yang bisa disebut cacing pasir raksasa, mengingatkan pada film Dune. Makhluk ini sangatlah buas, dan pertempuran ini tampaknya memberikan semangat baru bagi Spear. Ia membuktikan kemampuannya untuk berlari, bahkan hingga berlari cepat dengan keempat kakinya. Pertempuran ini, yang membuat caveman zombie favorit kita semakin babak belur – mengingat kondisinya yang sudah parah sejak awal – juga memicu kekuatan otak.
Saat berikutnya ia bertemu dengan cacing pasir, Spear cukup cerdas untuk mencari perlindungan di atas pohon hingga ancaman itu berlalu, menunjukkan perkembangan insting bertahan hidup. Ini adalah momen krusial dalam perjalanan Primal Season 3 Episode 2.

Visi Mengejutkan dan Kebangkitan Insting
Mungkin momen paling menarik dalam “Kingdom of Sorrow” adalah ketika Spear, yang pada dasarnya sedang berhalusinasi setelah semua yang ia alami secara fisik, bertemu dengan dirinya sendiri. Bukan secara harfiah, tetapi kita melihat kunjungan dari versi Spear yang masih hidup melalui visi yang dialami oleh Spear zombie. Kita kembali melihatnya menyusun kembali kehidupan masa lalunya, sebisa mungkin dalam kondisi tubuhnya yang menurun, saat ia menyentuh tombak Spear yang masih hidup.
Gambar yang mengikutinya, di mana kedua versi Spear dilalap api, adalah caranya mengingat bagaimana ia sebenarnya meninggal di Season 2. Betapa mengejutkannya, zombie ini bisa berpikir! Review Primal Kingdom of Sorrow tidak akan lengkap tanpa menyoroti momen penting ini.

Konfrontasi Berdarah dengan Kawanan Singa
Kemampuan berpikir Spear ini sangat berguna dalam adegan aksi utama kedua, yang melibatkan pertemuan dengan sekawanan singa di mana darah tumpah dengan cepat. Adegan ini sebenarnya dimulai dengan cara yang menyedihkan, karena Spear jelas berpikir mata yang bersinar dalam bayangan itu adalah Fang. Namun, mata itu milik seekor singa, yang segera bergabung dengan teman-temannya untuk menghabisi Spear.
Semuanya berdarah dan mendebarkan, serta dirancang dengan sangat ahli seperti halnya setiap elemen dalam acara ini. Puncaknya adalah kilasan kecerdasan yang mengingatkan Spear untuk menggunakan senjatanya – bilah yang ia temukan pada kerangka manusia – untuk menghabisi raja singa. Kematian banyak singa, termasuk kelompok yang tenggelam saat mereka semua jatuh ke air, terasa tragis. Meskipun mereka menyerang pahlawan kita, mereka juga hanya menjalani hidup mereka, seperti makhluk lain di luar sana, melindungi rumah mereka. Seperti ketenangan yang membuka Episode Primal Spear ini, pembantaian dan pertumpahan darah yang mengakhirinya juga merupakan dunia Primal.
Catatan dan Pertanyaan Mendalam dari Anachronistic History
Beberapa detail menarik muncul dari episode ini. Antelop menjilati lalat yang mendekati matanya, sementara di episode sebelumnya Spear tidak memiliki insting bahkan untuk melakukan hal itu. Ia mulai mendapatkan insting-insting tersebut kembali, bukan? Momen Spear berjalan di dalam air, di dasar sungai, lalu kembali ke daratan sangat mengingatkan pada film Land of the Dead.
Animasi karakter pada Spear zombie terus-menerus luar biasa, seperti saat ia berkedip – matanya tidak sinkron satu sama lain. Dan ada juga suara-suara geraman yang ia buat kadang-kadang! Karakter ini bisa mendaki gunung dan terkena batu yang jatuh ke wajahnya seolah tidak terjadi apa-apa. Musik yang digubah oleh Tyler Bates dan Joanne Higginbottom juga patut diacungi jempol, menambah kedalaman emosi di setiap adegan.
Pertanyaan yang tentu saja muncul adalah, berapa lama lagi Fang benar-benar akan muncul? Dan apakah putri Spear juga akan ada di sana? Pertanyaan-pertanyaan ini membuat penonton penasaran menantikan kelanjutan Primal Season 3 Episode 2 dan episode-episode selanjutnya.