Dalam perkembangan pasar konsol gaming yang mengejutkan, perangkat NEX Playground berhasil kalahkan PS5 dalam catatan penjualan mingguan. Untuk pertama kalinya, PlayStation 5, konsol andalan Sony, harus menyerahkan posisi penjualan kepada sebuah perangkat yang bukan diproduksi oleh Nintendo atau Xbox, menandai momen penting bagi industri. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Gamerant.

Sejak peluncurannya pada tahun 2020, PlayStation 5 secara konsisten menduduki puncak tangga penjualan konsol, sering kali bersaing ketat dengan Nintendo Switch. Tahun ini merupakan tahun besar bagi PS5, yang merayakan ulang tahun kelimanya dan mendekati angka penjualan seumur hidup PS3. Hingga Juni, PlayStation 5 telah terjual lebih dari 80 juta unit secara global, mendekatkannya ke separuh angka legendaris PS2.
Terlepas dari pencapaian yang mengesankan ini, konsol tersebut masih menghadapi persaingan ketat, dan dalam setidaknya satu kesempatan, persaingan itu datang dari tempat yang tidak terduga. Sebuah model PS5 Pro yang baru juga resmi dirilis pada 22 Oktober 2025, membawa peningkatan yang menarik bagi para penggemar konsol Sony, seperti yang disebutkan dalam laporan terkait.
NEX Playground Ungguli PS5 di Penjualan Mingguan November
Menurut analis gaming Mat Piscatella melalui Bluesky, NEX Playground berhasil melampaui PlayStation 5 dan menjadi konsol terlaris kedua di AS untuk minggu yang berakhir pada 22 November 2025. Piscatella kemudian mengatakan kepada IGN bahwa NEX juga menempati posisi platform terlaris kelima di AS sepanjang tahun ini, tepat di belakang Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X, dan Switch orisinal.
Meskipun hanya berlangsung selama satu minggu, ini merupakan pencapaian signifikan bagi NEX. Pencapaian ini sangat luar biasa mengingat PlayStation 5 telah berhasil menjual lebih banyak unit daripada setiap konsol Xbox. Mengalahkan PS5, bahkan untuk sesaat, bukanlah hal kecil, terutama bagi sistem tanpa pengakuan nama seperti Nintendo atau Microsoft. Momen ketika NEX Playground kalahkan PS5 ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik dan potensi inovasi di luar pemain besar.

Mengenal NEX Playground: Konsol Motion-Controlled yang Revolusioner
NEX Playground adalah sistem yang dikendalikan oleh gerakan tubuh, mirip dengan Xbox Kinect. Perangkat ini menggunakan kamera untuk mengamati gerakan pemain dan menerjemahkan gerakan tersebut menjadi input game. PlayStation juga telah mencoba konsep serupa di masa lalu, dengan EyeToy untuk PS2 dan kontroler PlayStation Move untuk PS3 dan PS4, yang lebih menyerupai remote Wii. Meskipun kedua upaya tersebut berhasil menjual setidaknya beberapa juta unit di seluruh dunia, tidak ada yang benar-benar bertahan lama. Lampiran kontrol gerak berbasis kamera Xbox juga dihentikan, meskipun Kinect telah mendapatkan game baru hingga tahun 2021. Keunikan NEX Playground sebagai konsol motion-controlled adalah pendekatan plug-and-play-nya.
Berbeda dengan Kinect atau EyeToy, NEX Playground sepenuhnya plug-and-play, sehingga pengguna tidak perlu membeli sistem lain atau membeli game tambahan untuk menggunakannya. Ini menjadi salah satu faktor kunci dalam kesuksesan penjualan NEX Playground yang mengejutkan pasar. Seperti PS5, NEX Playground sebenarnya bukan produk baru; ia diluncurkan pada tahun 2023. Namun, baru-baru ini konsol motion-controlled ini cukup populer hingga bisa bersaing dengan raksasa seperti Xbox, Sony, dan Nintendo.
Dengan harga eceran sekitar $250, NEX Playground juga jauh lebih terjangkau daripada PlayStation 5, Switch 2, atau Xbox Series X/S. Faktor harga ini kemungkinan besar membantu penjualan NEX Playground melesat di tangga penjualan. Namun, kenaikan satu minggunya masih belum cukup untuk merebut posisi teratas. Kehormatan itu menjadi milik Nintendo dengan konsol terbarunya.
Mengingat bagaimana PlayStation 5, merujuk pada artikel lain tentang pasar gaming, konsol seperti Switch 2 adalah sistem terlaris Nintendo dalam sejarah perusahaan, hal tersebut bukanlah kejutan besar, tetapi fakta bahwa NEX Playground kalahkan PS5 sesaat adalah pencapaian yang patut diperhitungkan.
Dampak dan Masa Depan Pasar Konsol Gaming
Menariknya, konsol terlaris nomor satu seminggu sebelum Thanksgiving juga mendukung kontrol gerakan, meskipun itu bukan daya tarik utama Switch 2. Tidak jelas apakah ini menandakan potensi kontrol gerakan untuk kembali lebih luas, atau jika titik harga NEX Playground yang terjangkau dan keramahan anak-anak telah membantunya melompat dalam popularitas di tengah biaya yang tinggi. Apapun alasannya, Piscatella sangat terkesan, mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melihat sistem plug-and-play menempati peringkat setinggi itu.
Meskipun diperkirakan akan kehilangan posisi kedua dan mengakhiri tahun mendekati posisi kelima, momen ketika NEX Playground kalahkan PS5 adalah bukti bahwa masih ada ruang di pasar konsol untuk pemain selain Nintendo, Sony, dan Xbox. Ini menunjukkan bahwa inovasi dan penawaran yang berbeda dapat menemukan audiensnya sendiri, menantang dominasi pemain lama dalam industri game yang terus berkembang, terutama dengan munculnya konsol motion-controlled yang mudah diakses.