Sutradara ternama, Peter Hoar, baru-baru ini merefleksikan pembatalan kesepakatan pendanaan antara Disney+ dan serial ikonik Doctor Who. Hoar, yang juga dikenal atas karyanya di Daredevil dan The Last of Us, secara terbuka mengakui bahwa ‘sesuatu telah salah’ dalam proses Doctor Who funding ini, menyiratkan bahwa penambahan dana tidak secara otomatis meningkatkan kualitas acara. Informasi ini bersumber dari laporan IGN.
Refleksi Peter Hoar tentang Doctor Who Funding

Dalam wawancaranya, Peter Hoar Doctor Who tidak ragu untuk menyatakan bahwa meskipun keahlian tim di garis depan acara tersebut tidak perlu diragukan, “sesuatu telah salah.” Menurut Hoar, ada banyak aspek yang bisa disalahkan, namun pada akhirnya, “itu bukan acara yang lebih baik dengan lebih banyak uang.” Pernyataan ini menjadi inti dari pandangannya terhadap situasi Doctor Who funding yang terjadi.
Hoar memandang kejadian ini sebagai “hal yang baik.” Dengan mundurnya Disney+ dan keinginan layanan streaming lain untuk lebih hemat investasi, ia menyimpulkan bahwa “kami tidak punya uang lagi, tidak ada yang punya.” Ini menunjukkan pergeseran lanskap finansial dalam produksi serial televisi, yang juga mempengaruhi kelangsungan Doctor Who.
Pembatalan Kesepakatan Disney+ dan Dampaknya

Konfirmasi BBC tentang pembatalan kesepakatan Disney Doctor Who datang setelah berbulan-bulan spekulasi tentang masa depan acara tersebut. Sutradara saat ini, Russell T Davies, sebelumnya telah membahas penulisan naskah untuk musim ketiga di era sekarang.
Namun, BBC hanya mengonfirmasi akan mendanai satu episode spesial yang ditulis oleh Davies, yang akan ditayangkan Natal 2026. Banyak penggemar berharap episode ini akan digunakan untuk mengakhiri cliffhanger, sebelum masa depan yang lebih permanen untuk serial ini ditemukan.
Deadline sebelumnya melaporkan bahwa kesepakatan Doctor Who funding dengan Disney+ gagal karena kekhawatiran seputar anggaran acara dan audiens yang menyusut. Tidak ada indikasi bahwa serial tersebut kemungkinan akan menembus audiens arus utama di Amerika. Di tengah kritik terhadap penulisan dan alur cerita, bahkan aktor, penulis, dan penggemar berat Doctor Who, Mark Gatiss, baru-baru ini menyarankan agar acara tersebut perlu istirahat.
Masa Depan Doctor Who dan Komitmen BBC

Lindsay Salt, Direktur Drama BBC, dalam pengumuman mundurnya Disney, menyatakan terima kasih kepada Disney+ sebagai mitra dan kolaborator global selama dua musim terakhir, serta untuk The War Between the Land and the Sea yang akan datang. BBC menegaskan komitmen penuh terhadap Doctor Who, yang terus menjadi salah satu drama paling dicintai mereka.
Salt menambahkan bahwa mereka senang Russell T Davies telah setuju untuk menulis satu episode spesial Natal 2026 yang spektakuler. BBC meyakinkan para penggemar bahwa Doctor tidak akan pergi ke mana-mana, dan mereka akan mengumumkan rencana untuk serial berikutnya pada waktunya. Ini menegaskan bahwa TARDIS akan tetap menjadi inti BBC, meski tanpa Disney Doctor Who sebagai pendana.
Bagi penggemar yang mendalami dunia fiksi ilmiah dan narasi kompleks seperti Doctor Who, ada banyak pilihan lain untuk dieksplorasi, termasuk Doctor Who yang menawarkan pengalaman cerita mendalam.
Proyek Mendatang: Kebangkitan Blake’s 7
Di sela-sela pembahasan tentang Doctor Who funding, Hoar juga mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali acara fiksi ilmiah klasik BBC lainnya, Blake’s 7. Proyek ini ia kerjakan bersama Matthew Bouch, produser di balik A Good Girl’s Guide To Murder dan The Witcher.
Membahas mengapa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali franchise Blake’s 7, Bouch mencatat bahwa mereka melihat “kesenjangan di pasar Inggris – terutama dengan penurunan Doctor Who yang banyak dipublikasikan – untuk IP Inggris berbasis genre.” Ini menunjukkan upaya untuk mengisi kekosongan yang mungkin ditinggalkan oleh perubahan dalam pendanaan acara fiksi ilmiah besar seperti Doctor Who.
Video Terkait
Doctor Who: Season 2 – Official Trailer